Jumat, 21 September 2018

Tiongkok aktif berpartisipasi dalam lingkaran ekonomi Asia Timur Laut

Presiden Tiongkok Xi Jinping kemarin (12/9) mengemukakan 4 titik pandangan untuk mendorong perdamaian, kestabilan serta kemakmuran di kawasan Asia Timur, antara lain meningkatkan saling percaya, memperdalam kerja sama, saling menarik dan berpandangan jauh.

Hal itu dikemukakan Presiden Xi dalam pidatonya yang berjudul Menikmati Bersama Peluang Baru Pembangunan Timur Jauh Merintis Masa Depan Indah Asia Timur Laut di depan Forum Ekonomi Timur ke-4.

Kawasan Asia Timur melibatkan 6 negara antara lain Tiongkok, Rusia, Mongolia, Korea Selatan dan Jepang, populasinya mengambil 23 persen di dunia dan agregat ekonomi mengambil 19 persen di dunia. Forum Ekonomi Timur yang didirikan pada 2015 telah menyediakan satu platform baru kepada kerja sama di kawasan Asia Timur Laut.

Dalam pidatonya Presiden Xi mengemukakan tujuan bersama untuk berupaya membentuk lingkaran ekonomi Asia Timur Laut. Padahal lingkaran ekonomi Asia Timur Laut memiliki dasar yang kukuh. Pertama, terdapat sumber daya alam yang melimpah di Asia Timur Laut, kawasan Timur Jauh wilayah Rusia disebutkan sebagai “Gudang sumber daya yang satu-satunya belum digali di dunia. Kedua, kemampuan penelitian ilmu pengetahuan kawasan Asia Timur memiliki keunggulan di dunia, Tiongkok, Rusia, Jepang dan Korsel tergolong negara iptek yang besar yang memiliki keunggulan masing-masing.

Sementara itu, modal di kawasan ini, khususnya investasi Tiongkok cukup mantap untuk mendukung perkembangan kawasan ini. Situasi regional yang diperbaiki terus selama tahun-tahun terakhir ini telah memberikan jaminan baik kepada pembangunan kerja sama regional ini.

Justru seperti dikatakan oleh Presiden Xi bahwa “satu Asia Timur Laut yang tenteram, saling percaya, bersatu dan stabil sesuai dengan kepentingan semua negara dan harapan komunitas internasional”, “ negara-negara di kawasan ini berkemampuan dan bersyarat melakukan kerja sama di berbagai bidang melalui keunggulan masing-masing.”

Bagaimana memperdalam kerja sama antar berbagai pihak di bawah situasi baru? Presiden Xi meluncurkan beberapa usulan antara lain “sinergi antar strategi pembangunan”,”peningkatan koneksi infrastruktur lintas negara dan kemudahan perdagangan serta investasi”, “mendorong kerja sama multilateral yang kecil dan kerja sama subregional.”
Yang lebih penting, inisiatif “Satu Sabuk Satu Jalan” telah didukung ramai-ramai di kawasan ini. Berbagai negara telah menyatakan keinginan keikutsertaan masing-masing dalam “Satu Sabuk Satu Jalan”. Presiden Xi menunjukkan, Tiongkok dan Rusia sedang aktif melakukan sinergi pembangunan “Satu Sabuk Satu Jalan”, dan telah mencapai hasil tahap awal, sinergi strategi antar kedua negara itu sedang dilanjutkan. Presiden Xi menyatakan bahwa Tiongkok mendukung Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) dan Yayasan Jalan Sutera untuk memainkan peranan lebih besar dan menyediakan jaminan pendanaan. Keputusan Tiongkok tersebut tentu saja akan mendatangkan peluang lebih banyak kepada lingkaran ekonomi Asia Timur Laut.
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Luar Negeri