Senin, 11 Februari 2019 10:27

Kisah hidup Xi Jinping (7): Kenapa Pak Ma dipuji Xi Jinping

Luar Negeri

Pada 2018, Ma Shanxiang, alias Pak Ma, penengah rakyat yang bekerja di pemerintah basisi dianugerahi sebagai salah satu dari seratus tokoh luar biasa reformasi dan keterbukaan Tiongkok, yang diumumkan oleh Komite Sentral Partai Komunis dan Dewan Negara Tiongkok.

Selama puluhan tahun ini, dia mencurahkan tenaganya untuk menengahi perselisihan antar orang-orang sekitarnya demi mewujudkan harmonis sosial, “Metode Kerja Ala Pak Ma” yang sukses telah diapresiasi tinggi. Pak Ma juga beberapa kali dipuji Sekjen PKT Xi Jinping.

Ma Shanxiang adalah penanggung jawab “Kantor Pak Ma” komunitas Guanyinqiao, Jiangbei, kota Chongqing. Dia bekerja di bidang urusan sipil lebih dari 30 tahun, dia telah menulis catatan kerja sebanyak 160 jilid, dan memiliki lebih dari 60 macam metode penengahan demi pemecahan perselisihan sipil.

Pada 1988, sebagai perwira purnawirawan, Ma Shanxiang dipekerjakan di Kantor Komunitas Guangyinqiao, bekerja sebagai penengah rakyat. Selama 30 tahun ini, dia telah sukses memecahkan lebih dari 2000 perselisihan, sekarang dia tetap memberikan kontribusinya di posisi kerjanya meskipun telah pensiun.

Sekarang ini, “Metode Kerja Ala Pak Ma” telah disosialisasikan di seluruh negeri untuk dipelajari oleh para penengah basis. Sementara itu, di samping masuk kerja, Ma Shanxiang juga sering mendatangi ke komunitas lain untuk melatih penengah baru, dan juga sering mempropagandakan kebijakan pemerintah dan partai ke perguruan tinggi atau kampung basis.

Setelah mendengarkan cerita dan laporan Ma Shanxiang, Sekjen PKT Xi Jinping mengatakan, gedung raksasa sosialisme yang berkarakteristik Tiongkok perlu didukung oleh soko guru yang kuat, pimpinan partai adalah kerangkanya dan komite sentral PKT adalah tiang tengah, sementara itu membutuhkan juga dasar yang kukuh.”

Xi Jinping mengatakan, pekerjaan kami membutuhkan dasar yang kuat, membutuhkan puluhan ribu kader basis seperti Pak Ma, yang berfungsi sebagai pelopor anggota Partai Komunis Tiongkok.

favorite 2 likes

question_answer 0 Comments

visibility 564 Views

Comments
No Comment Available
Related News
Keputusan WTO terkait dakwaan tak tunjuk pihak yang menang
Tiongkok pantas disebut "stabilisator” perdagangan global
PetroChina (Indonesia) laksanakan gagasan menang bersama di Indonesia